ANALISIS KARAKTER TOKOH UTAMA DALAM CERPEN “DI TUBUH TARRA, DALAM RAHIM POHON” KARYA FAISAL ODDANG
ANALISIS KARAKTER TOKOH UTAMA DALAM CERPEN “DI TUBUH TARRA, DALAM RAHIM POHON” KARYA FAISAL ODDANG
Dalam
menganalisis suatu teks naratif, yang paling pertama dilakukan adalah
mengetahui tokoh dan penokohan suatu karya. Analisis tokoh dan penokohan
dilakukan sebab dari unsur struktur tersebutlah kita dapat mengetahui struktur
unsur-unsur pembangun teks naratif yang lain. Untuk meganalisis karakter tokoh
utama dalam cerpen, terlebih dahulu ditentukan tokoh utama dari cerpen
tersebut.
1. Mengidentifikasi
Tokoh Utama
Tokoh
merupakan salah satu unsur utama di dalam sebuah cerita rekaan. Dari hal
tersebut tokoh, berperan penting dalam sebuah cerita rekaan selain alur, latar,
tema dan amanat. Dalam cerpen “Di Pohon Tarra, Dalam Rahim Pohon” karya Faisal
Oddang, tokoh utamanya adalah Runduma. Runduma menjadi tokoh utama dikarenakan
berbagai alasan seperti; tokoh berhubungan langsung dengan judul, intensitas
keterlibatan tokoh dalam suatu peristiwa, dan memunyai hubungan pada hampir
semua tokoh.
Judul
cerpen tersebut adalah “Di Pohon Tarra, Dalam Rahim Pohon” yang berhubungan
dengan semua tokoh yang hidup dalam rahim pohon Tarra (yang dikuburkan di pohon
Tarra). Tokoh-tokoh yang hidup dalam pohon Tarra antara lain Runduma, Lola
Toding, dan anak-anak Indo lain seperti dalam kutipan berikut ini:
“Saya
dan anak-anak Indo yang lain juga minta maaf, kau tahulah kami ini hanya
tomakaka, bahkan ada tobuda7, tak seberapa nyali kami untuk melancangi kaum
junjungan sepertimu.”Air matamu jatuh, luruh satu demi satu. Apa yang salah
dariku, atau darimu, Runduma? Iya, kutahu namamu dari Indo, malam setelah kau
makam di tubuhnya, Indo menerakan segala perihal kau, mesti tak jelas dan tentu
saja samar-samar. Kau membawa banyak luka dari dunia? ”Di dunia, saya
junjunganmu. Tapi di sini beda…,” kau menggantung, wajahmu kian rusuh, adakah
yang kisruh di pikiranmu? Kemudian, tangisanmu keras, bertambah deras buyar air
matamu. ”Lola Toding?” Aku tergagau. Kau tahu namaku? Ah ya, pasti Indo yang
memberi tahu. Kau duduk geming—wajahmu tampak ragu.” (Oddang, 2014)
Berdasarkan
kutipan tersebut, didapatkanlah tiga tokoh yang berhubungan dengan judul yaitu
Runduma, Lola Toding, dan Anak indo yang lain. Syarat-syarat lain tokoh utama
dalam sebuah prosa adalah intensitas keterlibatan tokoh dalam suatu peristiwa
dan memunyai hubungan hampir pada semua tokoh. Keterlibatan tokoh Runduma dalam
peristiwa-peristiwa yang ada pada cerpen lebih mendominasi atau lebih banyak
dibandingkan tokoh-tokoh lain. Keterlibatan Runduma dapat dilihat pada
peristiwa-peritiwa yang ada dalam cerpen tersebut seperti peristiwa ketika ia
bercerita dengan Lola Toding, peristiwa yang menyebabkan ia meninggal, dan
peristiwa penceritaan bagaimana asal-usul orang tuanya menikah. Hal tersebut
dapat dibuktikan dalam beberapa kutipan berikut ini:
“Aku
tergagau. Kau tahu namaku? Ah ya, pasti Indo yang memberi tahu. Kau duduk geming—wajahmu
tampak ragu. ”Ceritalah!” terkaku, dan aku yakin kau ingin menerakan sesuatu. ”Jangan
sampai yang lain tahu, kau bisa menjaga rahasia, kan?” Aku mengangguk
meyakinkanmu. Kau menimpalkan senyuman lantas memulai kisahmu, dengan dada yang
kelihatan sesak. Koyak.” (Oddang,
2014)
“Malam
itu, malam terakhirmu di dunia. Kau mengembuskan napas penghabisan di tangan
kedua orangtuamu. Mereka tak pernah akur setelah rahasia pernikahannya
terbongkar. Ambemu menanggung borok utang. Sebagai kaum bangsawan, ambemu wajib
membayar dengan dua belas kerbau dewasa untuk menyunting indomu. Jadilah ia
memungut uang di kiri-kanan, tentu dengan bunga yang tinggi.” (Oddang, 2014)
“Dia
sudah menyalahi pemali mappangngan buni10. Ia berzinah,” geram lelaki paruh
baya itu. Dia kakekmu, Runduma? Betul. Kau mengangguk. Ambe dan indomu pacaran.
Bukan lantaran mereka saling mencintai sehingga adat tak adil padanya. Bukan.
Seperti yang kauterakan; orangtuamu itu kedapatan saling tindih di semak
belakang tongkonan sebelum resmi menikah. Untung yang menemukan mereka
kerabatmu juga sehingga tak ia sebar kabarnya ke penjuru kampung.” (Oddang, 2014)
Tokoh
Runduma juga lebih banyak memiliki hubungan-hubungan dengan tokoh lain dalam
cerpen tersebut. Tokoh-tokoh yang berhubungan dengan Runduma antara lain; Lola
Toding, anak Indo yang lain, Indo (pohon Tarra), Ambe dan Indo Runduma, Puang
Matua, Tanta Mori yang dapat dibuktikan dalam beberapa kutipn berikut ini:
“Beberapa
hari yang lalu, kau meninggal—entah sebab apa. Kulihat kerabatmu menegakkan
eran4 di tubuh Indo untuk mereka panjati. Sudah kuduga, kau keturunan tokapua5,
makammu harus diletakkan di tempat tinggi. Padahal kau, aku, dan anak-anak Indo
yang lain, kelak di surga yang sama.” (Oddang, 2014)
“Malam
itu, malam terakhirmu di dunia. Kau mengembuskan napas penghabisan di tangan
kedua orangtuamu. Mereka tak pernah akur setelah rahasia pernikahannya
terbongkar. Ambemu menanggung borok utang. Sebagai kaum bangsawan, ambemu wajib
membayar dengan dua belas kerbau dewasa untuk menyunting indomu. Jadilah ia
memungut uang di kiri-kanan, tentu dengan bunga yang tinggi. Setelah lebih
setahun pernikahan mereka utang ratusan juta itu belum juga dapat ambemu
lunasi. Ia jadi sering marah. Memukuli dan mengumpati indomu.” (Oddang, 2014)
”Saat
Puang Matua13 membawa arwahku, masih sempat kulihat Tanta Mori—adik perempuan
Ambe menangisiku yang telah kaku di gendongan Indo.” (Oddang, 2014)
Berdasarkan
ketiga cara penentuan tokoh utama tersebut, dapat disimpulkan bahwa Runduma
merupakan tokoh utama dalam cerpen “Di Pohon Tarra, Dalam Rahim Pohon” karya
Faisal Oddang dikarenakan tokoh Runduma berhubungan langsung dengan judul,
intensitas keterlibatan tokoh Runduma dalam suatu peristiwa, dan tokoh Runduma
memunyai hubungan pada hampir semua tokoh.
2. Menganalisis
Karakter Tokoh Utama
Penokohan
adalah sebuah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh (Sudjiman,
1988:23). Karakter tokoh dapat diketahui melalui cara pengarang menampilkan
tokoh di dalam cerita. Cara menungkapkan karakter tokoh secara umum dapat
dilakukan dengan dua cara yaitu 1) pengungkapan karakter tokoh secara eksplisit
dan 2) pengungkapan karakter tokoh secara implisit. Karakter dari tokoh Runduma
pada cerpen “Di Pohon Tarra, Dalam Rahim Pohon” karya Faisal Oddang dapat
terungkap dengan cara sebagai berikut.
Pengungkapan
karakter tokoh secara eksplisit dapat diketahui melalui empat cara yaitu;
dilukiskan oleh komentator, dilukiskan oleh tokoh lain, dilukiskan oleh tokoh
sendiri (misalnya monolog), dan pengarang menyampaikannya secara langsung. Dalam
cerpen “Di Pohon Tarra, Dalam Rahim Pohon”, pengungkapan karakter secara
ekplisit diketahui melalui pelukisan oleh tokoh lain.
Melalui
pelukisan
”Itu
Ambe,” kau lesu mengatakannya. Wajahmu tampak begitu kisruh Runduma. Kau tampak
sedih hari ini. Padahal seharusnya rindumu terobati dan kau tak boleh menampung
begitu banyak muram di dadamu. Lama sekali kita berdiam di ambang bilik
menyaksikan pongah pengunjung dan tawa mereka yang kerap memilukan kita.”
(Oddang,
2014)
Karakter
lemah semangat tersebut tercermin dalam kutipan lain, yaitu:
”Di
mana kau, Lola?” tanyamu dalam isakan. ”Mengapa kau pergi, saya mencintaimu.”
Suaramu membuat debaran aneh itu kian menjalariku.” (Oddang, 2014)
“Air
matamu jatuh, luruh satu demi satu. Apa yang salah dariku, atau darimu,
Runduma? Iya, kutahu namamu dari Indo, malam setelah kau makam di tubuhnya,
Indo menerakan segala perihal kau, mesti tak jelas dan tentu saja samar-samar.”
(Oddang,
2014)
pengungkapan
karakter secara implisit dapat dilakukan dengan empat cara, antara lain;
melalui perbuatan tokoh, melalui ucapan-ucapan tokoh, melalui cara berpikir
tokoh, dan melalui interaksi dengan tokoh-tokoh lain. Dalam cerpen “Robohnya Surau
Kami”, pengungkapan karakter secara implisit dapat diketahui melalui perbuatan
tokoh dan melalui interaksinya tokoh dengan tokoh lain.
Melalui
perbuatan tokoh, Runduma memiliki katrakter ‘mudah memercayai orang lain’.
Karakter ‘mudah memercayai orang lain’ adalah karakter ketika seseorang dengan
mudah dan terbuka bergabung dengan orang lain yang belum dikenalnya sebelumnya.
Bukti Runduma adalah seorang yang mudah memercayai orang lain dilihat dari
perbuatannya terdapat dalam kutipan:
“Aku
tergagau. “Kau tahu namaku? Ah ya, pasti Indo yang memberi tahu.” Kau duduk
geming—wajahmu tampak ragu. ”Ceritalah!” terkaku, dan aku yakin kau ingin
menerakan sesuatu. ”Jangan sampai yang lain tahu, kau bisa menjaga rahasia,
kan?” Aku mengangguk meyakinkanmu. Kau menimpalkan senyuman lantas memulai
kisahmu, dengan dada yang kelihatan sesak. Koyak.” (Oddang, 2014)
Kutipan
tersebut menjelaskan bahwa Runduma yang merupakan orang baru, ia menceritakan kisahnya kepada orang yang baru
dikenalnya.
Melalu
interaksinya dengan tokoh lain, Runduma memiliki karakter yang amanah. Karakter
amanah adalah karakter yang tercermin dari sikap menepati sebuah janji. Hal
tersebut dibuktikan dalam kutipan:
”Besok
saya lanjutkan, Toding,” cetusmu. ”Kau janji?” ”Pasti saya cerita!” ”Janji
jangan panggil Toding, itu nama lelaki, nama ayahku. Lola saja,” gelakku.”
(Oddang,
2014)
Runduma berkata
bahwa ia akan berjanji dan pada waktu yang telah ia janjikan, ia menepatinya.
Seperti dalam kutipan berikut:
”Toding,”
tegurmu melamurkan lamunku. Aku berbalik badan. Menatapmu tajam. ”Eh, maaf,
maksud saya, Lola,” tambahmu lekas. ”Ada apa? Mau melanjutkan yang tak sampai
waktu itu?” ”Punya waktu?” ”Silakan,” timpalku tanpa menjawab basa-basi mu.”
(Oddang,
2014)
Berdasarkan
dua cara tersebut yakni cara eksplisit dan cara implisit, terungkap bahwa
karakter Runduma sebagai tokoh utama dan yang membedakannya dengan tokoh lain adalah
ia merupakan seroang yang Amanah, lemah semangat, dan mudah memercayai orang
lain.
3. Bibliografi
com/2014/05/04/di-tubuh-tarra-dalam-rahim-pohon/&html?.
(online) Diakses pada
April 2018
Sudjiman,
Panuti. 1988. Memahami Cerita Rekaan.
Jakarta: Pustaka jaya
wow keren
BalasHapushttp://nalurerenewws.blogspot.com/2018/08/taipanqq-3-keuntungan-jalin-hubungan.html
BalasHapusTaipanbiru
TAIPANBIRU . COM | QQTAIPAN .NET | ASIATAIPAN . COM |
-KARTU BOLEH BANDING, SERVICE JANGAN TANDING !-
Jangan Menunda Kemenangan Bermain Anda ! Segera Daftarkan User ID terbaik nya & Mainkan Kartu Bagusnya.
Dengan minimal Deposit hanya Rp 20.000,-
1 user ID sudah bisa bermain 8 Permainan.
• BandarQ
• AduQ
• Capsasusun
• Domino99
• Poker
• BandarPoker
• Sakong
• Bandar66
Kami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh
customer service kami yang profesional dan ramah.
NO SYSTEM ROBOT!!! 100 % PLAYER Vs PLAYER
Anda Juga Dapat Memainkannya Via Android / IPhone / IPad
Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam !!
• WA: +62 813 8217 0873
• BB : E314EED5
Daftar taipanqq
Taipanqq
taipanqq.com
Agen BandarQ
Kartu Online
Taipan1945
Judi Online
AgenSakong